Halaman

Sabtu, 09 Juni 2012

Simulasi Pedagogi dan Andragogi

Kelompok 11
Hari ini kita diberikan tugas perkelompok dimana satu kelompok itu terdiri dari 3 orang, dan kita diberikan tugas untuk melakukan simulasi tentang Pedagogi dan Andragogi.
Berikut simulasi tentang Pedagogi dan Andragogi dari kelompok kami.
Kita mulai dengan Pedagogi terlebih dahulu.
Ceritanya ada seorang Ibu dan seorang anak TK.
Ketika sedang mengobrol dengan anaknya, Ibu tersebut menanyakan pada anaknya tentang apa yang dia pelajari di sekolahnya hari ini. 
Ibu : Nak, apa yang kamu pelajari di sekolah hari ini?
Anak : Hari ini ibu guru mengajar berhitung, ma.
Ibu : Jadi, adek ngerti ga yang ibu guru ajarin?
Anak : Ga gitu ngerti si ma.
Ibu : Nah gini contohnya, misalkan mama punya 3 ayam, kemudian papa punya 3 ayam. Terus, ayamnya uda berapa sekarang?
Anak : 3 ayam dan 3 ayam. 6 donk ma?
Ibu : Nah, benar, 3 tambah 3 kan sama dengan 6.
Nah, disini itu, dapat kita lihat bahwa Pedagogi itu cara mengajarnya lebih ke Teacher-Centered. Ibu dari anak tersebut sebagai fasilitator (Guru) dan anaknya sebagai penerima. Anak tersebut diajarkan dengan  perumpamaan ayam agar pembelajaran tersebut dapat menjadi lebih menarik dan anak tersebut dapat dengan mudah mengerti apa yang dimaksudkan ibunya tersebut.
Kemudian yang Andragogi.
Ceritanya ada 3 orang mahasiswa yang sedang bingung menentukan ingin makan dimana seusai perkuliahan.
Katakan saja si A, si B, dan si C.
Mereka berdiskusi untuk menentukan dimana mereka akan makan siang.
Si A : Kita mau makan dimana?
Si B : Di kantin aja.
Si C : Kantin? Kantin mana?
Si B : Di kantin Kedokteran.
Si A : Bosan. Mahal. Tempat lain donk.
Si C : Iya, tempat lain aja. Disana ga enak.
Si B : Bagaimana kalau makan burger di pinggir jalan itu aja?
Si A : Ga mau, jorok. Pinggir jalan itu kan kotor.
Si C : Bagaimana kalau kita makan di tempat yang sebelah sana itu aja. Disana enak lo.
Si A : Boleh. Kita kesana aja.
Nah, dari cerita di atas, individu-individu tersebut sedang belajar mengambil keputusan melalui pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mengatakan tempat makan mana yang enak dan tidak enak berdasarkan pengalaman mereka karena mereka sudah pernah makan di tempat tersebut. Dalam Andragogi, pembelajaran itu bersifat Student-Centered, siswalah yang berpikir sendiri dan belajar mandiri dan mengemukakan pendapat berdasarkan pengalaman-pengalaman yang pernah mereka alami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar