Sabtu, 09 Juni 2012
Simulasi Pedagogi dan Andragogi
Rabu, 06 Juni 2012
Survey kecil-kecilan di mata kuliah Psikologi Pendidikan
|
NO.
|
PERNYATAAN
|
JAWABAN
|
|
|
YES
|
NO
|
||
|
1.
|
Apakah Anda pernah melaksanakan
perkuliahan dengan metode blended learning?
|
78 %
|
22 %
|
|
2.
|
Menurut Anda efektifkah pelaksanaan
perkuliahan dengan metode blended learning?
|
58 %
|
42 %
|
|
3.
|
Menurut Anda sudah bisakah metode blended
learning ini diterapkan pada perkuliahan saat ini?
|
52 %
|
48 %
|
|
4.
|
Menurut Anda dengan buruknya jaringan
internet bisakah perkuliahan dengan metode blended learning berjalan
dengan baik?
|
14 %
|
86 %
|
|
5.
|
Menurut Anda perlukah metode blended
learning digunakan dalam metode perkuliahan?
|
76 %
|
24 %
|
Untuk yang bingung bagaimana cara melakukan review jurnal ilmiah
|
|
First Time Through
|
Second Time Through
|
|
Introduction
|
Why do we care about this area of research? Do I understand the
theory or the studies that set up this research?, If not what referance do I
need to read? What are the hyphoteses? Why do the authors expect their
hyphoteses to be supported? If this study cures a weakness in previous
research, what was wrong with previous research? If this study filss a gap in
previous research, what was the gap?
|
Do I agree with their argument? Does the hyphotesis reall follow from
theory or previous research? If they had obtained different result, what
would they have changed in their introduction?
|
|
Method
|
How were participan selected? What was the age and gender composition
of the sample? What population did the sample represent? What was done to the
participants? If there were manupulated variables, how were those variable
manipulated? What did participan do? What was measured variable? What was the
design? Do I understand how the study’s method allow the researcher to test
the hyphothesis?
|
Are there an reason to expect that the researchers might have
obtained different population of participants? Were groups equivalent before
study began? Were there enough participants? Was there a problem with
participant? Was ther a problem with partcipant dropping out of the study? Are
there any variables that the researchers should have controlled or
manipulated? If I had been a participan, would i have taken the task
seriously? Were the control groups adequate? Would it have been better to use
a different measure?
|
|
Result
|
How werw participants’ responses turned into the scores used in the
analyses? What are the avarage scores for the different groups? Do the result
support the hyphotesis
|
Do the statistics directly test the predictions made in the
introduction? Do the statistical tests match up with the verbal description? That
is, if the authors say the Group 1 scored better than Group 2, do they have
an analysis that directly compares Group 1 againts Group 2? As the statistics
appropriate? Did they correctly report their null (nonsignificant) result as
failing or reject the null hypothesis?
|
|
Discussion
|
Do they think the result matched their prediction? How do they
explain any discreapancies? What additonal studies do they recommend?
|
What are other explanation for the result? The other explanation
could come from (a) a problem with their study that the authors did not
mention or from (b) a theory or hypothesis that the author did not mention. Are
there additional studies I would recommend? Did the authors make cause-effet
statement on the basis of correlational evidence? Did the authors state
something that was not supported by result? For example, did they treat a
nonsignificant result as significant or talk about a comparison that did not
statistically test?
|
Jumat, 11 Mei 2012
Mencoba Blended Learning
kelompok
Rica Amelia (08-044)
Husna A. Aritonang (08-046)
Sari Amanda (08-112)
Kamis, 10 Mei 2012
Anak Luar Biasa (Anak Berkebutuhan Khusus)
- Anak yang membutuhkan pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan potensi kemanusiannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi dengan kebanyakan anak lainnya
- Perbedaannya meliputi: ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, fisik dan neuromuskular, perilaku sosial dan emosional, kemampuan berkomunikasi, ataupun kombinasi 2 atau lebih dari berbagai hal tersebut
- Disability, menunjukkan berkurang atau hilangnya fungsi organ atau bagian tubuh tertentu. Biasanya istilah ini digunakan secara bergantian dengan "impairment"
- Handicap, merupakan masalah atau dampak dari kerusakan (disability atau impairment) yang dialami oleh individu ketika berinteraksi dengan lingkungan
- At risk, anak yang meskipun tidak teridentifikasi memiliki kerusakan namun berpeluang mengalami hambatan atau masalah tertentu
- Perlu memperhatikan sikap profesional dari orang yang melakukan identifikasi, ada kriteria yang jelas, dan tidak hanya fokus pada klasifikasi tetapi juga pada masalah dan penanganan yang tepat
- Dampak positif: Memungkinkan anak mendapat perlakuan dan penerimaan yang tepat dari lingkungan
- Dampak negatif: Dapat membuat lingkungan memandang anak secara negatif, begitu juga anak memandang dirinya sendiri secara negatif
- Mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai pribadi
- Mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai anggota masyarakat
- Mempersiapkan siswa untuk dapat memiliki keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja
- Mempersiapkan anak didik dan siswa untuk mengikuti pendidikan lanjutan
Jumat, 06 April 2012
Tugas III Psikologi Pendidikan
PENDIDIKAN ANAK PRA SEKOLAH?apakah itu?
Jumat, 23 Maret 2012
Tugas II Psikologi Pendidikan
A. Sejarah Singkat
Jean Piaget dilahirkan di Neuchâtel, Swiss, pada tanggal 9 Agustus 1896. Pada tahun 1918, Jean Piaget menerima gelar Doktor dalam Ilmu dari Universitas Neuchâtel. Dia bekerja selama setahun psikologi di laboratorium di Zurich dan terkenal psikiatri Bleuler di klinik Selama periode ini, ia diperkenalkan pada karya-karya Freud, Jung, dan lain-lain. Pada 1919, ia mengajar psikologi dan filsafat di Sorbonne di Paris. Di sini ia bertemu Simon dan melakukan penelitian inteligen dan mulai mewawancarai subjek di sebuah sekolah anak laki-laki, dengan menggunakan teknik wawancara psikiatri yang ia pelajari di tahun sebelumnya. Pada tahun 1921, artikel pertamanya tentang psikologi kecerdasan diterbitkan. Pada tahun yang sama, ia mendapat posisi di Institut JJ Rousseau di Geneva. Di sini ia memulai penelitian dengan murid-muridnya untuk penalaran anak SD.
B. Inteligensi
Teori Piaget merupakan teori inteligensi yang menekankan pada aspek perkembangan kognitif, tidak merupakan teori yang mengenai struktur inteligensi semata-mata. Piaget tidak melihat inteligensi sebagai suatu yang dapat didefenisikan secara kuantitatif sebagaimana umumnya dicerminkan oleh banyaknya jawaban yang benar pada suatu tes akan tetapi ia menyimpulkan dalam prinsip teorinya bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif. Oleh karena itu, masalah utama dalam membahas inteligensi adalah masalah cara mengungkapkan berbagai metode berfikir yang digunakan oleh anak-anak dari berbagai tingkatan usia.
Pada dassarnya Piaget lebih melihat inteligensi pada aspek isi, struktur, dan fungsinya. Dalam menjelaskan inteligensi sesuai dengan aspek isi, struktur, dan fungsinya. Dalam menjelaskan inteligensi sesuai dengan aspek isi, struktur, dan fungsi tersebut Piaget mengaitkannya pada periodisasi perkembangan biologis anak. Periodisasi ini olehnya dibagi atas periode perkembangan tahap sensory motor, praoperation, concrete operation, dan formal operation. Perkembangan biologis tersebut dimaksudkan pula sebagai periode perkembangan kognitif dan intelektual yang didalamnya mengandung konsepsi inteligensi masing-masing.
1. Practical Intelligence
Nama lain untuk inteligensi sensory motor yang tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan sensory motor (0-2 tahun) dan merupakan dasar dari semua inteligensi yang berkembang kemudian. Pada tahap ini anak dapat belajar untuk berbuat sesuatu sekalipun ia belum mampu memikirkan perbuatan itu.
2. Preoperational Intelligence
Pada tahap ini (2-7 tahun) berkembang pulalah perkembangan kognitifnya memasuki tahap inteligensi praoperational yang berciri adanya cara berfikir intuitif yang memungkinkan anak memahami berbagai tugas dan situasi yang kompleks
3. Operational Intelligence
Pada usia 5-7 tahun anak memasuki tahap perkembangan dasar inteligensi operasional dengan mulainya anak memahami apa yang disebut sebagai concrete operation. Bentuk-bentuk concrete operation dalam tahap perkembangan inteligensi ini adalah konversi dan klasifikasi
4. Formal Operational Intelligence
Pada tahap ini keterbatasan inteligensi operasional telah teratasi. Anak mampu berfikir hipotetik dan dapat menguji secara sistematik berbagai penjelasan mengenai kejadian-kejadian tertentu, dikarenakan anak telah mulai dapat menemukan penyelesaian suatu masalah. sumber:
Azwar, Saifuddin.2006.Pengantar Psikologi Inteligensi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Oleh: Rica Amelia (08-044) Husna A. Aritonang (08-046) Sari Amanda (08-0112)
